Cara menghafal di Dauroh(Manzil)
Bismillah… Menghafal Al-Quran sejak dahulu merupakan tuntutan Agama Islam yang paling sering dibicarakan di tengah masyarakat.
Tentu karena Al-Quran itu sendiri adalah petunjuk dalam berbagai macam aspek khususnya bagi orang yang bertaqwa (QS.2:3).
Banyak orang melakukan berbagai upaya agar dapat menghafal Al-Quran, mulai dari masuk Pesantren khusus menghafal Al-Quran hingga karantina dalam jangka pendek. Semua upaya itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekarang kita akan membahas cara bagaimana cara menghafal Al-Quran di karantina yang berjangka pendek sekitar 2 minggu – 40 hari atau bahkan lebih, kita akan mencoba mengupas hal – hal yang sekiranya akan membantu temen2 untuk menghafal Al-Quran di karantina dengan optimal, karena banyak sementara ini orang yang berangkat menuju karantina tetapi tidak mendapatkan target yang diinginkan, atau bahkan tidak membawa apa – apa.
Persiapkan diri secara matang sebelum berangkat.
Persiapkanlah kesehatan badan dan pikiran, semuanya harus disiapkan secara prima. Niatkan semua ikhlas hanya karena ridho Allah. Pastikan kita sudah pernah menghafal minimal 2 Juz. sehingga kita mempunyai metode–metode khas tersendiri yang sudah kita terapkan. Ikhtiar selanjutnya adalah mulai dari membawa suplemen yang bisa membantu meningkatkan daya tubuh, berdasarkan pengalaman saya, Madu dan Habbatussauda sangat membantu ketika menghafal.
1. Luruskan Niat ingat tujuan utama.
Ini point yang penting dan perlu diperhatikan. Walaupun ini memang terlihat sangat saklek, tapi memang ini kenyataannya.
Kebanyakan orang – orang yang mengikuti karantina, tidak saling mengenal kemudian jika sudah berkenalan beberapa dari mereka ketika dalam proses menghafal akan terganggu, karena saling mengobrol, curhat sana sini, bahkan dalam 1 hari bisa – bisa tidak mendapatkan apa – apa, banyak yang ‘terjebak’ dalam hal ini hingga saat wisuda nanti tidak mencapai target. Nah jangan sampai hal ini terjadi. Maka, ingat kembali tujuan kita, ingat target yang ingin kita capai dan mohon pada Allah agar dimudahkan dalam menghafal.
2. Mulai melakukan upaya – upaya dalam menghafal Al-Quran
Kebanyakan orang berbicara masalah metode, tetapi kita akan berbicara dari sudut pandang lain. Semua orang pada dasarnya sudah memiliki metode masing – masing dalam menghafal, haqqul yaqin. Seperti yang sudah kita tulis di point pertama, saran saya orang yang mengikuti sistem dauroh minimal harus sudah pernah menghafal Al-Quran 2 Juz, dengan modal itu dengan sendirinya setiap orang telah menemukan cara menghafal yang tepat.
Langkah pertama adalah sebelum memulai menghafal, Berwudhu, menutup Aurat, dan jangan bersandar, sebisa mungkin menghadap qiblat, boleh sesekali selonjoran kaki tapi langsung segera dilipat kembali.
Kedua, menargetkan jumlah hafalan yang akan dicapai dalam bilangan hari.
Contoh, misalkan saya mengikuti karantina dalam 40 hari dan menuntaskan hafalan dalam waktu 35 hari. Jadi target yang dituliskan jangan tanggung – tanggung, langsung saja 30 Juz. Azzamkan kepada diri sendiri untuk menghafal 1 Juz perhari. Dan ini membutuhkan konsentrasi yang baik agar 20 menit dapat menghafal 1 halaman.
Ukuran setoran sekali duduk minimal dan maksimal harus tepat 1 halaman, jangan melebihi satu halaman karena akan menguras otak dan membuat lelah, setorkanlah 1 halaman setiap kali duduk. Ohiya, 1 halaman insya Allah bisa diselesaikan dalam 20 menit jika berkonsentrasi penuh dan menerapkan kedua poin diatas dengan optimal.
Mulailah hari pertama karantina dengan pemanasan yaitu tilawah 30 juz khatam selama 3 hari, kemudian setelah itu menghafal sedikit demi sedikit akan terasah, mulailah hari berikutnya dengan target 1 Juz perhari(jika mampu). Namun jika terasa masih sulit jangan dipaksa untuk menghafal langsung banyak dengan alasan mengejar target, jika begitu maka niatnya bukan lagi mencari ridho allah tapi mengejar target,seperti tidak ikhlas jadinya.
(kalo bisa) Jangan menghafal disamping teman – teman kita, carilah tempat sendiri, atau tempat yang nyaman buat kamu deh. bawa air minum dalam botol,karna akan sangat dehidrasi maka perbanyak minum air putih. Ingatlah bahwa kita datang ke karantina untuk menghafal, bukan buat bermain, bercanda ataupun sekedar memenuhi kewajiban.
Estimasi Menghafal
Tahajjud-ba'da shubuh–07.00 : 1 Lembar/2 Halaman
07.00 - 08.30 : piket, Istirahat, Sarapan, Mandi dan Sholat Dhuha
08.30 - 11.00 : 3 Lembar/6 Halaman
11.00 - 12.00 : Tidur Siang / Qoilulah
12.00 – 13.00 : Sholat Dzuhur dan Makan Siang
13.00 -15.00 : 2,5 Lembar/5 Halaman
15.00 - 15.30 : Sholat Ashar dan dzikir sore
15.30 - 17.00 : 2,5 Lembar/5 Halaman
18.00 - 19.15 : Sholat Maghrib, Makan Malam dan Sholat Isya
19.30 – 22.00 : 3 Lembar/6 Halaman
22.00 - 03.00 : Istirahat
Ada beberapa hal yang harus diingat, doa adalah senjata terkuat seorang Muslim, berdoalah kepada Allah setiap akan memulai sesi menghafal, berwudhu keluarkanlah petunjuk – petunjuk Nabi yang mengisyaratkan kepada kemudahan, mintalah doa kepada orang tua, ingatlah bahwa setiap huruf yang kita baca akan menghasilkan 1 kebaikan, betapa banyaknya pahala orang yang menghafal Quran.
*Setiap setelah setoran 1 halaman minum air putih, bak (buang air kecil) dan wudhu. Begitu seterusnya, inilah kunci ketahanan dalam menghafal yang sangat ampuh. Konsumsilah Madu ketika suara mulai terasa serak, dengan dibarengi dengan air hangat semuanya akan terjaga dan optimal.
Setelah 1 hari rundown estimasi yang telah saya tulis, itu dengan tingkat yang banyak istirahatnya sudah bisa menghasilkan 1+3+2,5+2,5+3 = 12 Lembar/1 Juz 2 lembar, bahkan itu masih tergolong banyak ‘istirahat’nya. Dalam 3 minggu insya Allah 30 Juz akan tuntas.
Akan tetapi ini hanya sebuah target, semua kembali kepada diri kita masing2. Yang membuat kita hafal bukanlah kehendak diri kita, tapi Allah yang membuat kita hafal, jika kita sudah menghafal misal setengah halaman,tapi untuk lanjut kok susah ya,,(?) tak usah berkecil hati, mungkin ayat nya sedang rindu atau Allah ingin kita mentadabburi ayat tersebut, berhentilah sejenak tak usah dihafal, ditilawahkan saja perlahan ia akan masuk. Ingat, jangan sampai kita merasa ayat itu tidak masuk2 lalu kita marah, jangan. Karna Allah yang membuat hafalan itu masuk, seberapapun ayat atau juz yang kamu bisa hafal, segitu juga Allah menghendaki ayat2 itu kepadamu. Maka hendaknya, setelah menyetorkan hafalan meskipun sedikit ucapkanlah 'Alhamdulillah..'
Sekarang timbul pertanyaan
“Kok Hafal doang cepet, tapi nanti setelah itu hafalan hilang semua, gimana nih?”
“Banyak anak karantina yang tadinya sudah menyelesaikan setoran tapi gak Muroja’ah bang, hilang deh….”
Insya Allah dalam kesempatan berikutnya akan saya jawab kedua pertanyaan yang paling umum itu.
Alhamdulillah, Wallahu a’lam bisshowab.
Selamat Mencoba! ^^
Comments
Post a Comment