Kisah seorang Pemuda yang tak mau mencium tangan seorang Ulama Besar




 Kisah Ulama Pemegang Sanad Hadits Tertinggi dan Sebuah kisah seorang pemuda yang tak mau bersalaman dengan Beliau.

Beliau adalah Maulana Syekh Muhammad Ibrohim Abdul Ba’its Al-Kattani. Sang pemegang sanad Hadits tertinggi pada zaman sekarang. Beliau adalah murid dari Syaikh Sayyid Abdullah Shiddiq Al-Gumari, Syaikh Hafizh At-Tijani, Syaikh Shalih Al-Ja’fari dan ulama-ulama besar lainya.

Beliau lahir di Alexandria pada 27 Rajab 1365 H / 1 Juli 1946 M. Tumbuh dibawah asuhan istimewa orang tuanya. Tidak senang bermain seperti anak-anak kecil pada umumnya. Dari kecil beliau menampakan kecerdasan yang sangat luar biasa, bahkan beliau berhasil menghafal kitab Sohih bukhori ketika umurnya masih 7 Tahun.

Tak ada rasa selain cinta ketika sedang bersama beliau. Ilmu yang luas dan Kewibawaan yang tinggi selalu terpancarkan dari diri beliau. Setiap bersalaman dengan beliau, pasti beliau menyapa saya dengan senyuman yang begitu menyenyejukkan hati, sambil beliau menanyakan kabar dan sedikit menanyakan perihal kuliah.

Soal salaman bersama beliau, ada kisah nyata seorang pemuda mesir yang awalnya tidak mau mencium tangan Maulana Syaikh Muhammad Ibrahim Abdul Ba’its Al-Kattani ketika bersalaman dengan beliau. Bagi dia bersalaman saja sudah cukup tanpa harus mencium tangan beliau, Walaupun semua orang yg hadir di Majlis beliau rela mengantri panjang untuk bisa bersalaman dengan beliau.

Hingga akhirnya suatu hari dia bermimpi. Dia bertemu Sayyiduna Rasulullah SAW, Orang-orang berebut untuk bisa bersalaman dengan Sayyiduna Rasulullah SAW, dan dia si pemuda ini juga mempunyai keinginan yang sangat besar untuk bisa mencium tangan Sayyidunaa Rasulullah SAW. Tapi di dalam mimpinya tersebut, dia tidak bisa bersalaman dengan Rasulullah SAW. Seakan-akan Sayyiduna Rasulullaah enggan menerima tangannya, dan tangan Sayyiduna Rasulillaah selalu ke orang lain. Dia sedih dan cuma bisa menatap tangan Sayyiduna Rasulullaah Saw.

Dan esoknya dia datang lagi ke majlis Maulana Syaikh Muhammad Ibrahim Abdul Ba’its Al-Kattani, ketika dia lihat tangan Maulana Syaikh Muhammad Ibrahim… Dia langsung menangis dan mencium banyak-banyak tangan Maulana Syaikh Muhammad ibrahim. Kenapa? Karena tangan itulah tangannya Sayyiduna Rasulullaah yg ada dalam mimpinya. Sejak itu dia selalu mencium tangan Maulana Syekh Muhammad Ibrohim Abdul Ba’its Al-Kattani.

Wallahu a’lam.

Cairo, 16 Februari 2019
* kisah ini saya kutip dari kaka kelas saya M. Fachry Fanani. 

Comments